Senin, 27 Juni 2016

See you soon, UNHAN!

Hi hi!
I'm so happy :-)
Akhirnya, ada kegiatan untuk kurang lebih 2 tahun ke depan.
Yeah, I did it. 
Saya lolos seleksi Program Beasiswa S2 Universitas Pertahanan. Senangnya, nanti akan berkutat lagi dengan ilmu pertahanan. 

Kesekian kalinya merasakan dalam hidup gw merasakan yang namanya kekuatan ikhtiar, berdoa, dan tawakal setelah sidang skripsi tahun 2015. 
Tiga tahap seleksi yang gw lewatin untuk seleksi ini, yaitu Seleksi Administrasi, TOEFL & Tes Potensi Akademik, dan Wawancara. Semua tes ini sistemnya gugur. Tahap demi tahap gw lewatin dan yeah Allah Maha Baik. Tawakal atau Berserah Diri. Yap, gw akuin Tawakal itu nikmat banget. Ketika kita sudah melakukan yang terbaik, dan berdoa, kemudian kita tinggal berpasrah menunggu hasilnya. Pada saat itu, gw pasrah, dalam artian gw udah siap mental nanti akan lolos seleksi atau enggak. Gw betul-betul serahin semuanya ke Tuhan, apapun hasilnya. Gw percaya rencana Tuhan adalah rancangan terbaik untuk hidup gw. Percaya, apa yang sudah menjadi rejeki kita gak akan tertukar sama orang lain. Kalo keterima itu rejeki kita, kalo gak, berarti rejeki orang lain. 

Now, I can't wait for the new chapter of my life. Semoga bisa menjalani ini dengan sebaik-baiknya. 
Allah bless us. 

Kamis, 09 Juni 2016

Cewek-cowok sahabatan? Kakak-adek-an? Hmm.

Hmmm, cewek punya sahabat cowok deket banget ataupun sebaliknya, hmmm kenapa ya gw gak percaya? Kalo ada cewek sama cowok ngaku sahabatan deket gitu, di otak gw pasti mikir salah satu mereka pasti punya perasaan sayang atau mereka saling menutupi perasaan sayangnya ke satu sama lain. Gw mikir kayak gini, karena seriously gw belum pernah ngerasain atau liat orang-orang lain yang cewek-cowok sahabatan tapi gak berujung pada jadian, atau salah satu dari mereka ada yang mengungkapkan rasa cinta/sayangnya ke sahabatnya.

Dan yang paling bikin gw bingung lagi adalah waktu jaman gw SMA hal yang paling fenomenal adalah "kakak-adek-an". Kalo orang ditanya "Eh lo pacaran sama kak A?" terus dia jawab "Gak kok, gw cuma adek-adek-an-nya doang." HAHAHAHAHAHAHA. Dari pemenggalan katanya aja udah ngebingungin yaaa. Mungkin beberapa dari kalian ada yang begini menjalani 'kakak-adek-an'. Gw cuma bingung, entah apa ya yang dimaksud dalam status hubungan ini. Semakin gw amati, akhirnya gw setuju dengan kata-katanya Raditya Dika, yaitu :

"Kakak-adek-an adalah pacaran yang tertunda."

Setiap orang yang punya pacar dan salah satu diantara mereka ada yang terlibat dalam status "kakak-adek-an' ujung-ujungnya cenderung mereka seperti ada dalam sebuah perselingkuhan.

Kalo mereka yang jomblo dan terlibat dalam status 'kakak-adek-an' ini adalah modus, modus dimana salah satu dari mereka ada yang punya rasa sayang atau dua-duanya saling menyayangi tapi ada beberapa faktor yang buat mereka gak pacaran.

So far, ini kesimpulan yang gw dapet dari pengamatan gw terhadap lingkungan sekitar gw.

So, what do you think guys? HEHE 😁




Senin, 06 Juni 2016

Tuhan, mengapa wanita sering menangis? (Repost)

Tuhan, mengapa wanita sering menangis?
Jawab Tuhan:
Karena wanita itu unik.
Aku ciptakan ia sebagai mahluk istimewa.
Aku kuatkan bahunya untuk menjaga anak-anaknya.
Aku lembutkan hatinya untuk memberi rasa aman.
Aku kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia.
Aku teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat yang lain menyerah.
Aku beri dia naluri untuk mencintai anak-anak dalam keadaan apapun.
Aku kuatkan bathinnya untuk tetap menyayangi walau dikhianati oleh teman, walau disakiti oleh orang-orang yang ia sayangi.
Wanita mahluk kuat!
Tetapi jika suatu saat dia menangis itu karena Aku beri dia air mata untuk membasuh luka bathin dan memberi kekuatan baru.

Hujan di hari pertama puasa.

Yay. It's raining outside. Biasanya, kalo puasa panas banget, tapi Alhamdulillah cuacanya hujan, jadi hawanya seger dan dingin, pastinya afdol banget kalo diisi dengan tidur huehehe. Gaklah ya, walaupun puasa gak boleh males-malesan harus tetap produktif. Wohoo, I feel so excited jalanin puasa tahun ini. Semoga kita diberikan kekuatan iman dan dilancarkan ibadahnya sampai hari kemenangan nanti. Amiin ya rabbalamin.

Jumat, 12 Juli 2013

Repost : A daddy's letter for his little girl. (about her future husband)

Dear Cutie-Pie,

Recently, your mother and I were searching for an answer on Google. Halfway through entering the question, Google returned a list of the most popular searches in the world. Perched at the top of the list was “How to keep him interested.”

It startled me. I scanned several of the countless articles about how to be sexy and sexual, when to bring him a beer versus a sandwich, and the ways to make him feel smart and superior.

And I got angry.

Little One, it is not, has never been, and never will be your job to “keep him interested.”
Little One, your only task is to know deeply in your soul—in that unshakeable place that isn’t rattled by rejection and loss and ego—that you are worthy of interest. (If you can remember that everyone else is worthy of interest also, the battle of your life will be mostly won. But that is a letter for another day.)

If you can trust your worth in this way, you will be attractive in the most important sense of the word: you will attract a boy who is both capable of interest and who wants to spend his one life investing all of his interest in you.
Little One, I want to tell you about the boy who doesn’t need to be kept interested, because he knows you are interesting:
I don’t care if he puts his elbows on the dinner table—as long as he puts his eyes on the way your nose scrunches when you smile. And then can’t stop looking.

I don’t care if he can’t play a bit of golf with me—as long as he can play with the children you give him and revel in all the glorious and frustrating ways they are just like you.

I don’t care if he doesn’t follow his wallet—as long as he follows his heart and it always leads him back to you.

I don’t care if he is strong—as long as he gives you the space to exercise the strength that is in your heart.

I couldn’t care less how he votes—as long as he wakes up every morning and daily elects you to a place of honor in your home and a place of reverence in his heart.

I don’t care about the color of his skin—as long as he paints the canvas of your lives with brushstrokes of patience, and sacrifice, and vulnerability, and tenderness.

I don’t care if he was raised in this religion or that religion or no religion—as long as he was raised to value the sacred and to know every moment of life, and every moment of life with you, is deeply sacred.

In the end, Little One, if you stumble across a man like that and he and I have nothing else in common, we will have the most important thing in common:

You.
Because in the end, Little One, the only thing you should have to do to “keep him interested” is to be you.
Your eternally interested guy,

Daddy

Minggu, 03 Februari 2013

Disappointed? Stay Positive!



Dear people who is hard to move on!

Siapa sih yang mau dikecewain? emang enak apa ngerasain kekecewaan?| ya, pasti enggaklah, manusia mana yang mau hatinya kecewa atau mengalami kekecewaan. Rasanya itu super sakid. Pokoknya rasanya gak enak banget, saat kita dikecewain kita gak perlu melampiaskannya ke seseorang yang pastinya orang itu gak tahu 'kenapa kita', yang perlu kita lakukan adalah menguatkan diri kita sendiri.

Oke, disini gw coba membuka pikiran, bahwa kekecewaan itu bisa kita lihat dari sisi positifnya. Entah kenapa ya, gw seneng banget kalo denger atau baca kata " Stay positive!" 2 kata itu gw tanamkan dalam-dalam di otak gw. 

Kenapa kita harus "stay positive" ? | Seseorang akan mendapatkan keuntungan banyak dari "stay positive", why? kenapa? seseorang  yang cenderung untuk berpikir secara optimis, tingkat stress dalam hidupnya tidak tinggi, orang dengan tingkat stress yang seperti ini berani mengambil resiko lebih dengan keyakinan bahwa mereka akan mendapatkan hal-hal yang baik pula. Dengan hal ini, mereka akan menciptakan hal positif dalam hidup mereka.Hmm, keliatannya kok gw kayak jadi sok tau gini yaaa? tapi seriusan gw pernah baca tentang ini, di sebuah buku, tapi gw langsung amnesia  5 menit kalo inget-inget. Lanjut yaa, apakah ke-ter-kait-an dari kekecewaan dan stay positive?
Kalo menurut gw ini jawabannya : 
"Jangan biarkan kekecewaan mematahkan semangat kalian!" 
Pada saat kita "stay positive" secara otomatis, kita akan berfikir positif. Kita akan memandang sesuatu hal bukan dari sisi negatifnya aja, tapi juga positif. Basically, semua yang terjadi di dunia ini, dampaknya bukan hanya negatif sepenuhnya, tapi juga ada positifnya, itu kadang yang bikin orang pada saat lagi kecewa tapi malah galau dan stuck gajelas, dan mikir dunia itu berakhir, padahal satu hal yang perlu diinget, "life goes on", hidup itu tetep berjalan, cuma posisi kita di bumi yang bulat ini gak selamanya di atas dan gak selamanya di bawah, ketika kita merasa jatuh, satu hal yang harus diinget lagi, "Jangan pernah lupa untuk mencoba bangkit lagi!".  Shortly, ketika kita mampu "stay positive" kita selalu mampu menemukan sisi baik dalam kekecewaan kita.

Well, according to me, these are the steps to stay positive : 

  • Tetap membangun hubungan yang sehat dengan orang lain, apakah itu teman kalian, terutama keluarga, disaat kalian ngerasa nge-down parah, itu pasti butuh banget orang buat berbagi, nah temuin orang yang bener-bener gak akan "menghakimi" kalian, kenapa?karena pada saat kalian jatuh dalam kekecewaan yang besar butuh banget dorongan, nasehat, motivasi buat bangkit lagi, tapi basically tetep harus ada kemauan dari kalian sendiri buat move on! kalo ga ada yah, ke laut aja meningan~. Orang-orang tersebut membuat kalian yakin bahwa begitu banyak orang-orang yang masih peduli sama kalian dan mau membantu kalian dengan sepenuh hati untuk move on.
  • Carilah kesempatan nyata: Ingatlah bahwa di tengah-tengah kesulitan ada terletak kesempatan untuk membuat hal-hal yang lebih baik. Ini mungkin tidak tampak pada saat itu tetapi dengan sabar dengan diri sendiri dan mengambil inisiatif untuk memahami tantangan yang kalian hadapi, kalian akan menemukan pandangan yang lebih positif dalam gambaran besar.
Yap! so guys, place your hand over your heart, that's called purpose, and "YOU'RE ALIVE FOR A REASON."